Adu Tanding Marawis

Hiztfm Jakarta.  Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. tercermin dari berbagai lirik pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. marawis berasal Yaman. Nama marawis sendiri diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir gendang besar berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis gendang kecil berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau jimbe sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya, serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan Symbal yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu, Disesuikan dengan gerak tubuh para pemain

Sedangkan Nada pukulan Marawis, zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW “shalawat” Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni budaya Islam. Seperti terlihat di Video ini. Dimana Acara Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. pesertanya terdiri dari anak anak muda yang menyukai Marawis umumnya mereka berasal dari pondok pesantren, Kreatifitas mengolah nada nada marawis menjadi penyemangat bagi anak anak muda ini Adu tanding (Yudi)

Grafiti Seni Jalanan Apresiasi Anak Muda

Jakarta Hitzfm. Jalanan sebagai ruang pertarungan pesan memiliki kesejarahan sendiri dari waktu kewaktu Pemerintah yang memiliki cetak biru tata kota menjadi penguasa tunggal dalam menciptakan strategi sekaligus dalam mengeluarkan pesan melalui visual jalanan.

Sayangnya kebijakan yang di ambil dalam beberapa tahun ini membuat kota semangkin sengkarut dengan objek objek yang dibuat kooperasi, dan ini menjadi penguasa baru Jalanan. lalu dimanakah posisi warga apakah masih bisa untuk ikut andil dalam memberikan pesan lewat bahasa virtual jalanan Mural. Grafiti, dan aparatur pemerintah gencar menghapus karya seni jalanan.

Pembahasan ini mengundang Andi Yunoto selaku coordinator Institut ruang rupa dan pemimpin redaksi jurnal karbon yang selama satu dekade ini fokus dalam melihat fenomena seni urban di Jakarta, Peneliti Andi tidak hanya bertumpuh pada pengalamana sendiri dalam melihat ruang, Tetapi menyasar dalam kebijakan pemerintah terkait dalam tumbuhnya papan reklame jalanan di Ibu kota yang semakin pesat.

Lalu bagiamana selaku Anak,anak muda dalam mengamati seni urban jalanan ini, dimana seni graffiti mural ini sangat dekat dengan lingkungan mereka untuk mengapresiasikan diri. Pameran mural yang di adakan di Galeri Nasional Indonesia beberapa pekan lalu, Banyak diminati anak anak muda mereka sangat antusias mengabadikan setiap pesan mural yang disampaikan dengan photo selfi, Iyes, Mahasiswi berpendapat seni mural adalah kreatifitas anak muda dalam menayampaikan pesan sosial pada masyarakat itu sendiri juga pemerintah. ( Yudi )

Kerang Marsidi Belitung di Event Jittec Jakarta

Hitztfm Jakarta. Belitung tidak hanya menghadirkan keindahan panorama pantainya namun juga Aksesoris kerang khas Belitung sangat memikat sebagai oleh oleh Wisatawan.

Pengerajin Marsidi yang berasal dari kecamatan sijuk Belitung mengolah kerajianan ini dimana ia memanfaatkan kerang yang berserakan di pesisir pantai Belitung  dibuat menjadi berbagai kerajianan  yang bernilai ekonomis, Dari mulai gantungan kunci, asbak, tempat tisu, gelang,  jam dinding, dan masih banyak lagi. Kerajinan yang dihasilkan Marsidi.

Saat ditemui Hiztfm di Pusat kerajinan Batik Nusantara Thamrin City Jakarta,  Jittec 12 nov 2015 lalu. Marsidi  ikut dengan rombongan Diperindag Pemprov Babel yang juga menggelar produk makanan khas Babel. Ragam aksesories kerang Marsidi dijual dengan harga terjangkau, mulai 5 ribu hingga ratusan ribu rupiah Dengan ikut pameran Jittec Marsidi berharap kerajianan tangan Belitung bisa dikenal dan bersaing di pasar Nasional maupun Internasional.  Menciptakan lapangan kerja baru “pengerajin kerang”  yang  bisa menghasilkan  rupiah. ( Yudi )

Warna Warni Kue subuh Senen Jakarta.

Hiztfm Jakarta, Ketika malam menjelang Jakarta indah dengan warna warni lampu gemerlap di Mall pusat perbelanjaan. Tidak terkecuali Mall Atrium yang terletak di kawasan Senen Jakarta Pusat dimana orang orang sibuk belanja atau sekedar makan di restoran. “Emm yang menarik Sobat Hiztfm” Di seberang mall Atrium terlihat kesibukan sejak pukul 7 malam, meja meja tempat jualan kue berjajar dengan rapi seperti mau pameran dimana di atas meja tersebut penuh dengan warna warni bermacam macam jenis kue dari berukuran sedang hingga besar Kue untuk hadiah ulang tahun dengan hiasan menarik maupun black forest, kue tart, brownies bahkan Roti buaya besar buat hajatan warga betawi dijual dengan Harga Rp 80.000.

Sedangkan kue kue kecil dihargai 1500, ukuran sedang 20.000. Para pengunjung juga terkadang bisa mencicipi beberapa kue yang disediakan hal ini untuk memancing minat dari para pembeli, Seperti Ibu Efi Hardianti sebelum membeli black porest ia mencicipi Kue yang kemudian ia beli untuk oleh oleh saudaranya yang ingin pulang ke Belitung.

Kebanyakan penjual di pasar kue sebuh ini bukan pemilik langsung, melainkan hanya bertugas menjualkan kue yang telah disediakan oleh pemilik kue langsung, Menurut salah satu pedangan yang memberi keterangan pada Hiztfm berjualan di tempat ini harus menyewa dangan kisaran 3 jutaan perbulan namun dari para pengunjung yang banyak berbelanja harga sewa sudah tertutupi, Kue Subuh Senen merupakan penopang geliat ekonomi kecil home Industry dengan omset puluhan juta permalam. Nah bagi sobat hiztfm didaerah jika kejakarta Jangan lupa jalan jalan ke Kue subuh senen Jakarta. ( yudi )

Komunitas Musang Kota Tua

Hitzfm Jakarta. Luwak atau Musang tidak hanya dikenal dalam memproduksi kopi melalui kotoranya namun kini Musang dikenal lewat Komunitas penyayang Binatang, Salah salah satu tempat yang biasa kita lihat di Jakarta adalah Kota Tua dimana Komunitas penyanyang binatang Musang Berkumpul bersama. komunitas ini memberikan sosialisasi tentang pemeliharan agar menjadi jinak serta wadah untuk mengadopsi musang. Seperti bagaimana memelihara kucing