Grafiti Seni Jalanan Apresiasi Anak Muda

Jakarta Hitzfm. Jalanan sebagai ruang pertarungan pesan memiliki kesejarahan sendiri dari waktu kewaktu Pemerintah yang memiliki cetak biru tata kota menjadi penguasa tunggal dalam menciptakan strategi sekaligus dalam mengeluarkan pesan melalui visual jalanan.

Sayangnya kebijakan yang di ambil dalam beberapa tahun ini membuat kota semangkin sengkarut dengan objek objek yang dibuat kooperasi, dan ini menjadi penguasa baru Jalanan. lalu dimanakah posisi warga apakah masih bisa untuk ikut andil dalam memberikan pesan lewat bahasa virtual jalanan Mural. Grafiti, dan aparatur pemerintah gencar menghapus karya seni jalanan.

Pembahasan ini mengundang Andi Yunoto selaku coordinator Institut ruang rupa dan pemimpin redaksi jurnal karbon yang selama satu dekade ini fokus dalam melihat fenomena seni urban di Jakarta, Peneliti Andi tidak hanya bertumpuh pada pengalamana sendiri dalam melihat ruang, Tetapi menyasar dalam kebijakan pemerintah terkait dalam tumbuhnya papan reklame jalanan di Ibu kota yang semakin pesat.

Lalu bagiamana selaku Anak,anak muda dalam mengamati seni urban jalanan ini, dimana seni graffiti mural ini sangat dekat dengan lingkungan mereka untuk mengapresiasikan diri. Pameran mural yang di adakan di Galeri Nasional Indonesia beberapa pekan lalu, Banyak diminati anak anak muda mereka sangat antusias mengabadikan setiap pesan mural yang disampaikan dengan photo selfi, Iyes, Mahasiswi berpendapat seni mural adalah kreatifitas anak muda dalam menayampaikan pesan sosial pada masyarakat itu sendiri juga pemerintah. ( Yudi )